Kemeriahan Tahun Baru Imlek di Yogyakarta
Tahun Baru Imlek menjadi hari libur resmi di Indonesia pada tahun
1999. Tahun Baru Imlek adalah hari libur nasional yang memungkinkan
orang Tionghoa untuk berhubungan kembali dengan keluarga mereka dan
merayakan kedatangan tahun lunar yang baru.
Tradisi
Tahun Baru Imlek selalu dirayakan pada hari pertama kalender lunar
Cina. Menurut kalender Gregorian, liburan ini dirayakan pada bulan
Januari atau Februari setiap tahunnya. Sebagian besar tradisi Tahun Baru
Imlek di Indonesia di adaptasi langsung dari Cina:
Amplop merah: Salah satu tradisi di Tahun Baru Imlek
yang paling populer adalah pemberian amplop merah. Dalam kebanyakan
situasi, amplop merah ini diberikan kepada anak-anak dari orang tua. Hal
ini juga umum bagi pasangan suami istri untuk memberi amplop merah
kepada anggota keluarga mereka yang belum menikah. Amplop merah ini
seringkali berisi uang. Jumlah uang dalam amplop seringkali merupakan
angka yang menunjukkan keberuntungan.
Pasar: Sebelum perayaan Tahun Baru Cina, banyak
pasar di dekat komunitas besar masyarakat Tionghoa di Indonesia akan
dibuka. Pasar ini sering menjual kembang api, pakaian, mainan, dan
hadiah. Hal ini adalah sebuah praktik umum bagi orang-orang Tionghoa
untuk memberi hadiah kepada teman dan keluarga mereka selama perayaan
Tahun Baru Imlek. Beberapa jenis hadiah yang paling populer berkisar
dari barang sehari-hari seperti pisau dapur hingga permen seperti
manisan buah.
Perkumpulan Keluarga: Di Indonesia, setiap anggota
keluarga Cina akan bersatu kembali dengan satu sama lain di suatu lokasi
pusat. Setelah setiap anggota keluarga hadir, sebuah hidanan yangg
besar akan dinikmati. Kombinasi makanan tradisional Cina dan makanan
lokal Indonesia sering dinikmati oleh orang-orang yang merayakan Tahun
Baru Imlek di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar